Dari Penyerahan Pertama Menuju Masa Depan Agrinas Palma Nusantara

Jakarta, 10 Maret 2026 – Tepat pada hari ini, genap. satu tahun sejak PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menerima penyerahan lahan tahap pertama dari negara. Momentum yang dimulai pada 10 Maret 2025 itu menjadi titik awal perjalanan perusahaan dalam menjalankan amanah besar: mengelola kembali kawasan hutan yang sebelumnya bermasalah secara hukum agar memberi manfaat bagi negara dan masyarakat.
Pada tahap pertama tersebut, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan 221.868 hektare lahan kepada Agrinas Palma Nusantara.
Penyerahan tahap pertama di Menara Danareksa, Jakarta tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan Jenderal TNI Purn. Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Pengarah Satgas PKH, Menteri BUMN Erick Thohir, Jaksa Agung ST Burhannudin, menyaksikannya. Sebelumnya kawasan itu dikuasai oleh Duta Palma Group, perusahaan yang tersandung kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang ditangani oleh Kejaksaan Agung.

Penyerahan ini menjadi bagian dari program nasional penertiban kawasan hutan yang dijalankan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan, yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 21 Januari 2025.
Penyerahan Bertahap
Setelah tahap pertama, proses penyerahan kawasan hutan kepada Agrinas Palma Nusantara terus berlanjut.
Pada 26 Maret 2025, tahap kedua dilakukan dengan penyerahan 216.990,25 hektare lahan hutan yang berasal dari 109 perusahaan.

Selanjutnya pada tahap ketiga, Satgas PKH kembali menyerahkan 394.547,29 hektare lahan dari 232 perusahaan yang tersebar di Kalimantan Tengah, Riau, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.
Pada 12 September 2025, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyaksikan penyerahan kawasan hutan tahap keempat di Kantor Kejaksaan Agung Jakarta.
Penyerahan kemudian dilanjutkan pada tahap kelima, dengan luas 204.575,383 hektare dari 124 subjek hukum yang tersebar di enam provinsi. Hingga akhir Desember 2025, secara administratif total lahan yang dipercayakan kepada kita mencapai 1,7 juta hektare, dengan sekitar 774 ribu hektare memiliki tanaman.

Menata Fondasi Pengelolaan
Selama satu tahun terakhir, Agrinas Palma Nusantara fokus menata fondasi pengelolaan kawasan yang telah dipercayakan kepada perusahaan.
Tim perusahaan melakukan inventarisasi aset, pemetaan kondisi lapangan, serta memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum.
Langkah ini penting untuk memastikan kawasan yang telah kembali kepada negara dapat dikelola secara profesional, produktif, dan berkelanjutan.
Melangkah ke Tahun Kedua

Satu tahun sejak penyerahan lahan pertama menjadi fase penting bagi Agrinas Palma Nusantara untuk membangun dasar pengelolaan kawasan hutan negara.
Dalam satu tahun, Agrinas Palma Nusantara telah mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,3 triliun, dengan laba bersih Rp1,6 triliun. Juga telah menyumbangkan Rp530 miliar ke kas negara, serta menempatkan dana Rp1 triliun dalam rekening escrow (escrow account).
Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat tata kelola serta memastikan bahwa setiap hektare lahan yang dikelola dapat memberikan nilai bagi negara sekaligus membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.
Perjalanan baru dimulai. Namun dari fondasi yang dibangun selama setahun terakhir, Agrinas Palma Nusantara optimistis dapat mengelola amanah sebagai bagian dari upaya menghadirkan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi Indonesia, untuk kemakmuran rakyat dan negara. Dengan semboyan, “Patriot, Loyal dan Profesional”. *
Kompilasi, rekam jejak setahun silam.
Divisi Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan
Chief Editor Renaldi Zein, MSi, General Manager










